Jumat, 23 Maret 2012

HUBUNGAN JARAK-KECEPATAN DAN WAKTU

TAHUN PELAJARAN 2011-2012
Hubungan Antara Jarak, Waktu dan Kecepatan
1.   Masalah jarak tempuh kendaraan
Jarak = Kecepatan x Waktu
Contoh:
§  Dito pergi ke pantai dengan mengendarai sepeda motor yang kecepatan rata‐ratanya adalah 30 km/jam. Apabila Ia membutuhkan waktu selama 120 menit, berapakah jarak dari rumah ke pantai?
Penyelesaian:
Kecepatan Dito = 30 km/jam
= tiap jam menempuh 30 km
Waktu tempuh Dito = 120 menit
= 2 jam
Jadi jarak tempuh selama 2 jam Dito = (30 + 30) km
= (2 × 30) km
= 60 km
Soal:
§  Kecepatan Dito mengendarai sepeda motor 40 km/jam. Dalam waktu 3 jam berapakah jarak yang telah ditempuh Dito?
Penyelesaian:
Kecepatan Dito = 40 km/jam
Waktu tempuh = 3 jam
Jadi jarak yang telah dtempuh Dito = (3 × 40) km = 120 km.
2.   Masalah kecepatan kendaraan
Kecepatan = Jarak / Waktu
Contoh:
§  Pak Maman naik mobil dari Yogya ke Magelang yang berjarak 40 km dalam waktu 1 jam. Berapakah kecepatan rata‐rata mobil Pak Maman?
Penyelesaian:
Jarak Yogya – Magelang = 40 km
Waktu tempuh = 1 jam
Kecepatan berkendara pak Maman = 40 km dalam 1 jam = 40 km/jam
Soal:
§  Danar berkendara dari Yogya ke Sala yang berjarak 60 km dalam waktu 2 jam. Berapakah kecepatan rata‐rata kendaraan Danar?
Penyelesaian:
Jarak Yogya – Sala   = 60 km
Waktu tempuh         = 2 jam
Kecepatan Danar tiap jamnya = (60/2) km/jam = 30 km/jam.
3.   Masalah waktu tempuh perjalanan
Waktu = Jarak / Kecepatan
Contoh:
§      Berapa lama waktu yang diperlukan Aya untuk menempuh jarak 90 km dengan kecepatan rata‐rata 30 km/jam?
Penyelesaian:
Kecepatan Aya                            = 30 km/jam
Satu jam Aya menempuh jarak       = 30 km
Dua jam Aya menempuh jarak       = 60 km
Tiga jam Aya menempuh jarak       = 90 km
Jadi Aya dapat menempuh jarak tersebut dalam waktu = 3 jam atau = (90/30) jam
Evaluasi:
1.   Ana mengendarai kendaraan dari Bandung ke Kebumen sejauh 320 km dalam waktu 8 jam. Berapakah kecepatan rata‐rata Ana?
Penyelesaian:
k = (j/w) km/jam = (320/8) km/jam = 40 km/jam
2.   Sisi mengendarai kendaraannya dengan kecepatan 45 km/jam. Jika Ia telah menenpuh jarak 135 km, berapa lama Sisi menempuh perjalanan tersebut?
Penyelesaian:
w = (j/k) jam = (135/45) jam = 3 jam

3.   Bobi mengendarai mobilnya dalam waktu 3 jam 20 menit untuk menempuh jarak 200 km. Berapakah kecepatan mobil Bobi tiap jam?
Penyelesaian:
3 jam 20 menit = 3 20/60 = 3 1/3 jam
K = (J/W) km/jam = (200 / 3 1/3) km/jam = (200 / 10/3) km/jam
= (200 × 3/10) km/jam
= 60 km/jam.

PERMASALAHAN JARAK, WAKTU DAN KECEPATAN
1.   Masalah 1: menunggu
§      Andi naik sepeda dari kota Yogya ke kota Solo yang berjarak 65 km, dengan kecepatan rata‐rata 30 km/jam. Sedangkan Beni juga bersepeda dari kota yang sama dengan kecepatan 25 km/jam. Mereka berangkat dalam waktu bersamaan, dan setelah menempuh perjalanan 2 jam Andi beristirahat sambil menunggu Beni. Berapa lama Andi menunggu Beni?
Alternatif penyelesaian:
Dalam 2 jam Andi menempuh jarak 60 km.
Dalam 2 jam Beni menempuh jarak 50 km.
Selisih jarak Andi dan Beni = (60 – 50) km = 10 km
Selisih jarak tersebut dapat ditempuh oleh Beni dalam waktu
= (10/25 x 60) menit
= 24 menit
Jadi Andi menunggu Beni selama 24 menit

2.   Masalah 2: berpapasan
Contoh 1: berpapasan dengan waktu berangkat sama
§  Jarak Yogyakarta‐Malang 350 km. Ali berangkat dari Yogya ke Malang pukul 06.00 WIB dengan mobil kecepatannya 60 km/jam. Pada waktu dan rute yang sama Budi berangkat dari Malang menuju Yogya dengan mengendarai mobil yang kecepatannya 80 km/jam. Pada jarak berapa dan pukul berapa keduanya berpapasan?
Penyelesaian:
Misalkan lama perjalanan dari berangkat sampai bertemu w jam, dengan menggunakan rumus: jarak = kecepatan × waktu, maka diperoleh:
jarak tempuh Ali + jarak tempuh Budi = 350
(kecepatan Ali × waktu tempuh) + (kecepatan Budi × waktu tempuh) = 350
60w + 80w = 350
140w = 350
w = 350 / 140 = 2 ½
Jadi mereka berpapasan setelah perjalanan selama 2 ½ jam sesudah pukul 06.00, berarti pukul 08.30 WIB.
Jarak sewaktu berpapasan:
·         Jarak Ali dari Yogya = (60 × 2 ½) km = 150 km
·         Jarak Budi dari Malang = (80 × 2 ½) km = 200 km.

Contoh 2: berpapasan dengan waktu berangkat berbeda
§  Adi berangkat dari kota A menuju kota B yang berjarak 159 km pada pukul 07.30 dengan mengendarai sepeda motor yang kecepatan rataratanya 48 km/jam. Seno berangkat dari kota B menuju kota A dengan sepeda motor dengan kecepatan rata‐rata 60 km/jam. Jika Seno berangkat setengah jam setelah perjalanan Adi, pada pukul berapakah mereka akan berpapasan?
Penyelesaian:
selisih jarak = 48 km/jam x ½ jam = 24 km
48w + 60w = 159– 24
48w + 60w = 135
108w = 135
w = 135/108
w = 1,25 jam = 1 jam + (25/100 x 60 ) menit = 1 jam 15 menit
Jadi mereka berpapasan setelah perjalanan selama 1 jam 15 menit sesudah pukul 08.00, berarti pukul 09.15
3.   Masalah 3: masalah perjalanan searah sehingga terjadi penyusulan
§  Asvin dan Septo berangkat dari Kota A menuju Kota B mengendarai sepeda motor dengan kecepatan berturut‐turut 30 km/jam dan 50 km/jam. Asvin berangkat terlebih dahulu, selang 3 jam baru Septo mulai berangkat. Berapa lama Asvin tersusul Septo dan berapa lama jarak yang telah ditempuhnya?
Penyelesaian:
Kecepatan Asvin = 30 km/jam atau kA = 30 km/jam
Kecepatan Septo = 50 km/jam atau kS = 50 km/jam
selisih waktu = 3 jam
Setelah 3 jam baru Septo menyusul, maka
waktu Septo (wS) = waktu Asvin (wA)  ‐ 3 jam
Karena saat tersusul jarak tempuhnya sama, maka: jA = jS
kA × wA = kS × wS
30wA = 50wS
30 km/jam x wA = 50 km/jam x (wA – 3 jam)
30 km/jam wA = 50 km/jam wA – 150 km
150 km = 50 km/jam wA – 30 km/jam wA
150 km = 20 km/jam wA
150 km / 20 km/jam = wA
7,5 jam = wA
Jadi Asvin tersusul Septo setelah 7,5 jam perjalanan atau setelah Asvin menempuh jarak = (7,5 × 30) km = 225 km.

Evaluasi:
1.    Dua pengendara sepeda motor berangkat pada pukul 16.30 dan 17.00 dalam arah yang berlawanan, namun dalam jalan yang sama. Jarak kedua kendaraan tersebut 190 km dan kecepatannya berturutturut 40 km/jam dan 45 km/jam. Pukul berapa mereka berjumpa?

2.    Gustam naik sepeda motor dari kota Yogya ke Sala yang berjarak 65 km, dengan kecepatan rata‐rata 50 km/jam. Dari kota Yogya dengan tujuan yang sama Berto juga naik sepeda motor dengan kecepatan rata‐rata 40 km/jam. Mereka berangkat bersamaan, dan setelah menempuh satu jam perjalanan Gustam beristirahat menunggu Berto. Berapa lama Gustam beristirahat?

3.    Terdapat dua buah bus antar propinsi yang berangkat dari terminal yang sama dan tujuan kota yang sama pula serta melalui rute yang sama. Bus pertama berangkat pada pukul 15.00 dengan kecepatan rata‐rata 60 km/jam. Bus kedua berangkat pada pukul 17.30 dengan kecepatan rata‐rata 75 km/jam. Pada jam berapakah bus kedua dapat menyusul perjalanan bus pertama?

4.    Pak Marto bepergian dengan mobil dari kota A ke kota B yang berjarak 250 km dengan kecepatan rata‐rata 60 km/jam, dan berangkat pukul 07.00 WIB. Sedangkan Pak Dalono dengan mobilnya berangkat dari kota B menuju kota A dengan kecepatan rata‐rata 50 km/jam dan berangkat pukul 07.30. Pada pukul berapa mereka berdua akan berpapasan di tengah jalan apabila menggunakan menggunakan rute yang sama namun berlawanan arah?

Aku di TBJ dalam "PEMBUKAAN PERSARI" Kecamatan Jebres SKA



Buat Mbah Mujiyono dan Pakdhe Rasini, S.Sn yang sudah menularkan ilmunya sampai saat ini. terima kasih banyak dan Buat kakak-kakak niyogo yang selalu sabar mengiringi aku....terima kasih banyak.

Selasa, 15 November 2011

Artikel III


Keefektifan Penggunaan Ijasah TOEFL Sebagai Salah Satu Persyaratan Pendaftaran CPNS

Oleh


Ratini Setyowati

Dosen bahasa Inggris Apikes Citra Medika Surakarta


Melampirkan Foto copy Sertifikat TOEFL Bahasa Inggris dengan nilai minimal 420 yang dikeluarkan oleh lembaga yang mempunyai ijin penyelenggaraan dan atau terakreditasi pelaksanaan TOEFL. (http://cpns.jatengprov.go.id, Wilayah Surakarta, pasal IV: Tata Cara Pendaftaran, bagian b.5)

Pernyataan tersebut di atas adalah salah satu butir dari persyaaratan pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di beberapa kabupaten di Jawa Tengah yang dipelopori oleh Kabuapten Sragen tiga tahun yang lalu. Persyaratan tersebut adalah pembaharuan sistem dari sistem pendaftaran CPNS. Sebelumnya calon pelamar harus mengerjakan tes bahasa Inggris secara tertulis akan tetapi setelah mengunakan sistim pelampiran ijasah TOEFL, tes terlulis bahasa Inggris dihapuskan. Bagi sebagian pelamar, hal tersebut sangat menguntungkan karena mereka merasa bahasa Inggris itu sulit akan tetapai bagi pelamar dari jurusan  bahasa Inggris hal itu dirasa merugikan mereka. Pelamar merasa kemampuan mengerjakan ujian bahasa Inggris sebagai salah satu faktor penentu penerimaan CPNS.
Terlepas dari masalah tersebut, sebetulnya perlu dipetanyakan tes mana yang lebih efektif, ujian tetulis bahasa Inggris atau sekedar menggumpulkan ijasah TOEFL dengan nilai skor minimal yang telah ditentukan panitia?. Apakah dengan melampirkan ijasah TOEFL tersebut calon pelamar CPNS sudah dianggap menguasai bahasa Inggris seperti yang diharapkan? Banyak hal lagi yang dipetanyakan jika kita mengkaji keefektifan pengunaan ijasah TOEFL bagi calon pelamar CPNS.
Sebelum menjawab pertanyaan – pertanyaan diatas, kita kembali mengingatkan kembali apa sebenarnya tes TOEFL itu dan apa juga fungsi tes TOEFL secara akademik. TOEFL (Test of English as a Foreign Language) adalah tes bahasa Inggris yang dirancang untuk mengukur penguasaan bahasa Inggris mereka yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris. Nilai TOEFL biasanya merupakan salah satu persyaratan masuk di sejumlah 2400 perguruan tinggi di Amerika, Kanada dan 80 negara lainnya di dunia. Tes TOEFL adalah sebuah tes yang dilakukan untuk melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi seperti masuk S1, S2 dan S3 bukan untuk persyaratan memperoleh pekerjaan. Akan tetapi banyak kantor atau institusi-institusi yang mengunakan nilai TOEFL sebagai nilai standar untuk diterima bekerja dikantor tersebut dan hal tersebut juga bukan hal yang buruk karena hal tersebut bisa meningkatkan minat pada pengusaan bahasa Inggris sehingga diharapkan pegawai yang diterima mampu mengunakan bahasa Inggris secara aktif (oral) dan pasif (written).
Kemampuan apa saja yang diuji dalam tes TOEFL?
Ada tiga bagian tes TOEFL yang harus dikerjakan oleh peserta tes. Bagian pertama adalah soal-soal yang mengukur kemampuan Listening Comprehension dalam jumlah 50 soal, Structure & Written Expression,  40 soal, dan Reading Comprehension, 50 soal. Keseluruhan soal dibuat dalam bentuk pilihan berganda  kecuali untuk Computer Based TOEFL ada soal esai yang menguji kemampuan mengarang peserta dalam bahasa Inggris serta variasi lain bentuk soal seperti menjodohkan, meng highlight kata tertentu yang ada kaitannya dengan main idea suatu bacaan, dll.). Keseluruhan tes berlangsung dalam waktu kurang lebih 150 menit, untuk Paper and Pencil Based TOEFL, dan kurang lebih 240 menit untuk Computer Based TOEFL. Waktu yang relatif lama untuk Computer Based TOEFL ini sudah termasuk prosedur tutorial. Sebetulnya ada beberapa jenis tes TOEFLtetapi yang populer yaitu PBT (Paper and Pencil Based TOEFL) dimana tes dilakukan dengan kertas dan pensil dan juga tes TOEFL CBT atau Computer based TOEFL, tes dilakukan dengan menggunakan computer.
Ijasah TOEFL sebagai persyaratan pendaftaran CPNS
Untuk Persyaratan penerimaan CPNS tahun ini pemerintah menurunkan standar nilai TOEFL yaitu 420 untuk semua lulusan baik dari jurusan bahasa Inggris maupun non bahasa Inggris. Standar nilai tersebut termasuk standar nilai tingkat dasar (Elementary) sedangkan Persyaratan pendaftaran CPNS tahun kemarin standar nilai TOEFl untuk lulusan non bahasa Inggris adalah 450 dan untuk lulusan bahasa Inggris adalah 500. Nilai tersebut adalah nilai standar untuk tingkatan menengah dan menengah keatas. Sebuah standar nilai yang tinggi jika dilihat dari standar lulusan untuk DIII atau S1 dalam pengusaan bahasa Inggris sebagai bahasa asing.
Secara umum kita mengenal tiga level penguasaan bahasa asing, yaitu Tingkat Dasar (Elementary), Tingkat Menengah (Intermediate), dan Tingkat Mahir (Advanced). untuk skor TOEFL, para ahli bahasa biasanya mengelompokkan skor ini kedalam empat level berikut, tingkat dasar (Elementary) : 310 s.d. 420,  tingkat menengah bawah (Low Intermediate) : 420 s.d. 480, tingkat menengah atas (High Intermediate) : 480 s.d. 520 dan tingkat mahir (Advanced) : 525 s.d 677. Standar yang ada dalm tes TOEFL juga tergantung tes yang lakukan apakah TOEFL like atau tes TOEFL internasinal yang biasanya dilakukan untuk kuliah di luar negeri.   
Pada dasarnya standar yang digunakan pemerintah (Surakarta) untuk nilai minimal ijasah TOFL adalh nilai minimal pengusaan bahasa Inggris yaitu level dasar atau elementary. Pada level tersebut sebenarnya calon pelamar belum menguasai bahasa Inggris dengan baik seperti yang diharapkan pemerintah. Pada level menengah keatas atau High Intermediate (480-520), calon pelamar diharapkan mampu menggunakan bahasa Inggris dengan baik untuk meningkatkan kuwalitas pemerintahan di era globalisasi yang dimana kita dituntut untuk lebih maju di segala bidang baik dalam bidang pemerintahan maupun pendidikan. Apalagi adanya beberapa sekolah RSBI ataupun SBI yang menuntut pengajarnya menguasai bahasa Inggris aktif maupun pasif.
Dengan demikian, ijasah yang diajukan sebagai persyaratan pendaftaran ada kalanya hanya formalitas belaka. Akan lebih efektif jika calon pelamar melampirkan ijasah TOEFL tetapi tetap diadakan tes tertulis dalam penerimaan tes CPNS sehingga akan ada hasil yang lebih baik bagi peningkatan kuwalitas pegawai yang diterima. Sebetulnya pemerintah berharap terjadi perbaikan kuwalitas pegawai yang diterima akan tetapi Alih – alih bukan memperoleh pelamar yang perkuwalitas tetapi pemerintah mendapatkan pelamar yang semakin tidak tahu apa itu TOEFL dan apa itu bahasa Inggris secara umum. Karena ijasah TOEFL tersebut sudah terjual bebas dari harga 200 ribu sampai 300 ribu dengan skor yang ditentukan sendiri oleh peserta tes tanpa melakukan tes yang sebenarnya bahkan ada yang dilakukan bukan dari lembaga bahasa Inggris.
Kebutuhan akan ijasah TOEFL sudah menjadi bisnis bagi sebagian orang yang kurang bertanggung jawab. Bahkan dalam pengeluaran ijasah juga tidak sesuai dengan kaidah ijasah TOEFL yang sebenarnya. Hal itu bukan rahasia lagi akan tetapi membeli ijasah TOEFL atau mengikuti ujian yang sebenarnya itu tergantung dari individu masing – masing akan tetapi diharapkan bagi para calon pelamar CPNS agar berhati-hati dalam memilih lembaga untuk ujian bukan perseorangan seperti yang banyak ditawarkan. Ijasah yang benar skornya tidak total 450 atau 500 tetapi setiap bagian dari tes TOEFL mempunyai skor sendiri-sendiri, baru dibawanya ada nilai total dari ujian tersebut. Tiga bagian dalam tes tersebut yaitu Listening Comprehension, Structure & Written Expression, dan Reading Comprehension. Selain itu kenapa banyak calon pelamar CPNS yang lebih memilih membeli ijasah karena ujian TOEFL dianggap sulit. Namun pada dasarnya tidak ada sesuatu yang sulit asalkan kita mau mencoba dan berlatih. Dalam pembelajaran TOEFL kita hanya dituntut untuk sering berlatih.
 Semoga harapan pemerintah untuk memperoleh pegawai yang berkuwalitas lewat penjaringan ujian CPNS bisa menjadi kenyataan.(amin)


Artikel II


MEMAHAMI RASA TAKUT PADA ANAK DAN CARA MENGATASINYA
By:

edit

Ratini Setyowati, S. Pd, M.A.
Dosen Apikes Citra Medika Surakarta

Perkembangan anak merupakan sesuatu yang kompleks. Anak – anak mengalami dan menemui banyak hal saat mereka disekolah atau pada saat mereka bermain dengan teman- temanya. Banyak hal yang mereka peroleh sebagai sesuatu yang baru yang merupakan pengalaman yang bisa mempengaruhi kharakter dan perkembangan anak. Pengalaman yang mereka peroleh sangat banyak dari hal yang menyenagkan sampai hal yang menakutkan bagi anak. Dalam beberapa kondisi anak sangat memerlukan peran serta orang yang lebih dewasa di sekitar mereka akan tetapi adakalanya orang tua atau orang yang lebih dewasa tidak mendukung dan tidak memberi rasa aman dan nyaman pada anak bahkan semakin memojokan anak.
Kalau rasa takut dibiarkan begitu saja hal itu akan sangat mempengaruhi perkembangan mental mereka bahkan hal itu bisa menjadi trauma yang berkepanjangan atau phobia. Mereka akan teringat – ingat terus bahkan terbawa mimpi. Sebagai orang tua kita harus memahami bahwa rasa takut adalah bagian penting dalam perkembangan anak yang normal dan orang tua harus membantu untuk mengatasi rasa takut tersebut agar tidak berkepanjangan dan mempengaruhi pertumbuhan mereka.
Akan tetapi bukan sesuatu yang mudah untuk mengetahui  dan memahami perasaan takut yang sedang dialami anak apalagi jika anak tersebut kurang kominukatif. Merupaka sebuah pertanyaan besar bagi orang tua apakah orang tua mampu untuk memahami ketika anak kita ketakutan dan apakah kita mampu mengatasi rasa takut dan cemas mereka? Apakah cukup dengan sekedar memotifasi anak dengan kata atau kalimat, seperti, “jangan takut, tak apa – apa, ayo bu guru tidak galak kok? Untuk menjawab petanyaan – pertanyaan tersebut dalam tulisan singkat ini saya akan menjelaskan tanda – tanda anak mengalami ketakutan, apakah rasa takut mereka sudah membahayakan pertumbuhan mereka atau masih dalam batas wajar dan bagaimana cara mengatasi rasa rasa takut pada anak.
Mengatasi rasa takut pada anak bukan hal yang mudah karena adakalanya orang yang lebih dewasa merasa gusar dan marah dengan apa yang mereka rasakan karena cenderung merepotkan dan menggangu aktifitas orang tua. Anak akan menangis yang membuat malu orang tua, minta gendong atau ngambek tadak mau bergerak.
Rasa takut pada anak disebabkan oleh banyak hal seperti takut pada binatang,takut pada suara keras, ketemu orang baru (tamu), ketemu orang banyak, ada dilingkungan baru (masuk sekolah baru), melihal film atau kartun, ruangan yang gelap, dokter dan bahkan ada yang sudah takut sama hantu. Biasanya yang dilakukan para orang tua adalah memaksa anak untuk melakukannya walaupun anak meronta –ronta tidak mau dan menangis sebagai contoh ketika mereka masuk sekolah untuk pertama kali.
Sebelum saya bahas lebih lanjut tentang mengatasi rasa takut pada anak saya sebagai orang tua sangat terinspirasi dengan filosofis yang ditulis  DR. Janet Hall tentang pesan untuk para orang tua. “sebaik- baik guru bagi anak adalah orang tuanya sendiri dan sebaik – baiknya perlindungan terhadap kejadian – kejadian yang menakutkan itu sendiri adalah pendidikan, pemahaman dan komunikasi.” Oleh karena itu kita sebagai orang tua sebaiknya kita memberi pendidikan, memahami dan berkomunikasi dengan mereka secara maksimal.
Rasatakut atau cemas adalah emosi yang merupakan sesuatu yang normal dan alami bagi setiap orang. Adakalanya rasa takut dan cemas bisa membawa dampak yang positif pada perkembangan anak, dimana anak bisa terpacu untuk melakuakan sesuatu dengan sebaik- baiknya, akan tetapi jika rasa takut dan cemas itu berlebihab bukan lah sesuatu yang baik.
Menurut DR. Janet Hall, rasa takut pada anak dikelopokna menjadi empat. Yang pertama, Situation Anxiety adalah rasa takut yang berlangsung dua minggu lebih sebagai contoh anak tidak mau berangkat kesekolah karena takut atau cemas akan sesuatu disekolah. Rasa takut ini masih normal dan belum membahayakan perkembangan anak akan tetapi hal itu juga harus diatasi sebaik mungkin. Rasa takut kedua adalah Separation anaxiety, rasa takut ini adalah rasa takut yang intens muncul dari orang tertentu yang dekat dengan anak tersebut. Tipe rasa takut ini sudah akan memberi efek yang tidak baik jika berlangsung lebih dari enam bulan dan ekpresi kekhwatiran dan kecemasan muncul terus menerus dan anak nampak tegang, murung atau cemas yang berlebihan seperti muntah- muntah atau menjerit- jerit untuk memperoleh perhatian orang tua sebagai tempat untuk berlindung. Ketiga adalah rasa takut Avoidnt disorders, rasa takut yang berkelanjutan lebih dari enam bulan dan merupakan rasa takut yang intens bila bergaul dengan teman- teman sebayanya dan bergaul secara social. Sebagai contoh anak tidak mau ikut pelajaran tertentu karena ada hukuman pada pelajaran tersebut jika tidak bisa mengerjakan.Yang terakhir adalah phobia. Sebenarnya rasa takut bukan berati phobia akan tetapi hal itu akan menjadi phobia jika rasa takut tersebut diluar batas realitas seperti takut pada ketingian, binatang dan sebagainya.
Untuk mengetahui anak sedang mengalamu rasa takut, ada beberapa Gejala rasa takut pada anak, seperti gejala psikis dimana anak akan mengalami ganguan makan, tidur, perut, sulit bernafas dan sakit kepala. Ganguan emosional seperti rasa takut, sensitive, rendah diri, ketidak-berdayaan, bingung, putus asa, marah, sedih dan bersalah sedangakn gejala tingkah laku pada anak ketika mereka mengalami ketakutan adalah ganguan tidur, mengisolasi diri, prestasi yang kurang disekolah, agresif, mudah tersingung, menghindari pergi keluar, ketergantungan pada suatu benda dan terus terusan ada dikamar orang tua atau dirumah
Sebagai orang tua kita akan merasa prihatin dan cemas dan tentunya mencari jalan keluar untuk membantu anak terlepas dari rasa takut tersebut sehingga mereka merasa nyaman dan akan tumbuh dan berkembang dengan baik seperti yang kita harapkan. Ada beberapa tips dan cara untuk mengidentifikasi rasa takut pada anak. Jawablah petanyaan – pertanyaan dibawah ini untuk mengetahui rasa takut pada anak kita sehingga kita akan tahu solusi yang akan di ambil.
1.    Prilaku, psikis atau emosi apa dari rasa takut itu?
2.    Berapa lama anak anda mengalaminya?
3.    Menurut anda apa penyebab pertama rasa takut ini?
4.    Dalam tiga bulan menjadi lebih parah atau pulih kembali?
5.    Perhatikan keluhan anak anda?
6.    Apa yang anda lakukan ketika anak anda mengeluhkan rasa takut mereka?
7.    Bagaimana dia sebelumya?
8.    Bagaimana dengan anda? Apa anda cemas?
9.    Apa yang anda lakukan detika dulu anak anda takut?
10.  Apa yang berhasil? Apa yang tidak?
Akan tetapi sebelum menjawab pertanyaan tersebut anda harus mengamati dan memperhatikan dahulu pola dan tingkah laku anak anda.  Selain itu kita juga bisa membantu mereka mengatasi rasa takut dengan bebagai cara seperti (1) mendengar, kita harus bersedia dan terbuka berdialog dengan anak pada siang hari, (2) melindungi dan menghibur, pastikan anak anda aman dan terjaga, (3) ajari kenyataan, ajari anak anda agar menghargai binatang dengan wajar dan berbicara dengan benar pada orang yang tak dikenal, (4) mempunyai rutinitas, anak – anak di ajarkan rutinitas dalam keluarga, (5) hadiah, dengan motivasi hadiah atau reward anak – anak akan termotifasi untuk mencoba hal baru dan mencoba mengambil resiko, (6) contoh teladan, tunjukan jika anda bisa dipercaya, jangan sampai bilang jangan takut pada kecoa tetapi anda dengan histeris lari ketika melihat kecoa, (7) Self- talk, ajari anak anda untuk berbicara ketika mereka ketakutan, (8) relaksasi, ajari anak anda bersikap tenang dan melepas ketegangan terhadap apa yang menyebabkan rasa takut, (9) bercerita,  berceritalah dengan anak anda tentang idola mereka dan cara mereka mengatasi rasa takut seperti spiderman, (10) menggunakan imajinasi , karena anak suka mengunakan imajinasi mereka,  (11) latihan dan bisa juga menggunakan gambar – gambar sebagai media. Hal tersebut bukan hal yang mudah untuk di praktekan akan tetpi demi perkembangan buah hati kita agar berkembang dengan normal kita pasti bisa mencobanya.